Ukuran Pallet Standar SNI dan Internasional yang Wajib Diketahui Industri

Dalam dunia industri yang semakin kompleks dan terintegrasi secara global, penggunaan pallet bukan sekadar penopang logistik, tetapi elemen krusial dalam efisiensi rantai pasok. Salah satu aspek penting dalam pemilihan pallet adalah ukuran standar—baik yang diakui di Indonesia (SNI) maupun yang digunakan secara internasional.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai ukuran pallet standar, mengapa penting bagi pelaku industri untuk mengetahuinya, serta dampaknya terhadap efisiensi penyimpanan, distribusi, dan ekspor.

Pentingnya Memahami Ukuran Pallet Standar

Banyak perusahaan mengalami ketidakefisienan logistik hanya karena menggunakan ukuran pallet yang tidak sesuai dengan sistem gudang atau kontainer. Penggunaan pallet dengan ukuran yang sesuai standar membantu:

  • Optimalisasi ruang gudang dan kontainer
  • Pengurangan biaya logistik
  • Penghindaran kerusakan barang akibat ketidaksesuaian dimensi
  • Kepatuhan terhadap regulasi ekspor-impor

Dengan pemahaman yang tepat, pelaku industri dapat mengintegrasikan pallet secara efektif ke dalam seluruh sistem logistik mereka.

Ukuran Pallet Standar SNI (Indonesia)

Standar Nasional Indonesia (SNI) telah menetapkan ukuran pallet yang digunakan untuk berbagai sektor industri. Berdasarkan SNI ISO 6780:2016, berikut beberapa ukuran pallet yang diakui secara nasional:

Jenis PalletUkuran (P x L) dalam mmDigunakan untuk
SNI Type 11.200 x 1.000Umum, manufaktur
SNI Type 21.100 x 1.100Retail, food & beverage
SNI Type 31.200 x 800Farmasi, ekspor regional

Catatan: Beberapa industri tertentu seperti pertanian dan kimia memiliki standar khusus yang dapat disesuaikan dengan jenis produk dan sistem distribusi.

Ukuran Pallet Standar Internasional

Dalam perdagangan internasional, ukuran pallet harus mengikuti standar yang telah disepakati secara global untuk memudahkan pengangkutan lintas negara.

Berikut beberapa standar ukuran pallet internasional yang umum digunakan:

1. ISO Pallet (ISO 6780)

Ukuran (mm)Wilayah Penggunaan
1.200 x 1.000Asia, termasuk Indonesia
1.200 x 800Eropa (Euro Pallet)
1.140 x 1.140Asia Timur (Korea, Jepang)
1.200 x 1.200Amerika Serikat, Kanada
1.100 x 1.100Asia-Pasifik, termasuk Indonesia
1.000 x 1.000Global, digunakan luas di pengiriman kontainer

ISO pallet dirancang modular agar optimal di kontainer 20 ft dan 40 ft. Itulah kenapa eksportir multinasional cenderung memilih ISO pallet demi konsistensi lintas negara.

2. EURO Pallet (EUR-Pallet / EPAL)

Ukuran resmi: 1.200 x 800 mm
Digunakan secara luas di negara-negara Uni Eropa dan menjadi standar untuk sistem logistik retail, warehouse, dan ekspor.

3. GMA Pallet (Grocery Manufacturers Association – AS)

Ukuran resmi: 1.219 x 1.016 mm
Digunakan dalam industri makanan, minuman, dan consumer goods di Amerika Utara.

Perbandingan Efisiensi Berdasarkan Ukuran Pallet

Pemilihan ukuran pallet harus disesuaikan dengan:

  • Jenis produk: Cair, padat, berat, atau rapuh
  • Sistem gudang: Apakah menggunakan rak selektif, drive-in, atau automated
  • Rute distribusi: Lokal atau ekspor, darat atau laut

Ukuran pallet yang tepat dapat meningkatkan fill rate kontainer dan mengurangi frekuensi pengiriman. Dalam skala besar, selisih satu kontainer saja bisa berdampak besar pada struktur biaya logistik tahunan. Karena itu, pallet termasuk komponen penting dalam logistics cost structure.

Implikasi Pemilihan Ukuran Pallet dalam Industri

a. Efisiensi Distribusi

Pallet yang sesuai dengan ukuran standar kontainer internasional (misalnya ISO atau Euro Pallet) akan menghindari pemborosan ruang dan biaya ekspor yang tidak perlu.

b. Kesesuaian dengan Forklift dan Rak Gudang

Ukuran pallet yang standar akan kompatibel dengan berbagai alat bantu industri dan sistem penyimpanan, sehingga mempercepat alur kerja.

c. Standarisasi Sistem Logistik

Perusahaan multinasional atau eksportir akan lebih mudah mengatur logistik global bila menggunakan ukuran pallet yang seragam dan telah diakui secara internasional.

Tips Memilih Ukuran Pallet yang Tepat

  1. Tinjau rencana distribusi dan pasar tujuan
    Apakah untuk kebutuhan lokal atau ekspor internasional?
  2. Pertimbangkan dimensi produk
    Hindari kelebihan dimensi yang menyebabkan overhang dan risiko kerusakan barang.
  3. Konsultasikan dengan penyedia pallet terpercaya
    Memastikan ketersediaan ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri Anda.

Study Kasus

Perusahaan FMCG Indonesia yang mengekspor ke Eropa awalnya menggunakan pallet 1100 x 1100 mm. Setelah beralih ke EURO pallet 1200 x 800 mm, kapasitas muatan kontainer meningkat ±18% dan biaya ekspor per unit turun signifikan.

Kesimpulan

Mengetahui dan menggunakan ukuran pallet standar, baik yang mengacu pada SNI maupun standar internasional, adalah langkah strategis yang dapat meningkatkan efisiensi logistik, memperluas pasar ekspor, serta menurunkan biaya operasional secara signifikan.

Sebagai pelaku industri, Anda perlu memahami bahwa pallet bukan sekadar alas barang, melainkan bagian dari sistem distribusi yang saling terintegrasi. Pemilihan ukuran yang tepat akan berdampak langsung terhadap performa rantai pasok perusahaan Anda.

FAQ – Paling Sering Ditanyakan

Apakah pallet SNI bisa dipakai untuk ekspor?
Bisa, selama disepakati buyer dan sesuai sistem logistik tujuan.

Ukuran pallet paling aman untuk bisnis umum?
1200 x 1000 mm karena fleksibel dan mudah diterima.

Apakah pallet custom disarankan?
Boleh, tapi risikonya efisiensi turun dan sulit integrasi gudang.

Apakah ukuran pallet memengaruhi biaya kirim?
Iya, sangat. Salah ukuran = kontainer tidak optimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top